Jack Doohan tidak lagi menjadi bagian dari Alpine Formula 1 untuk musim 2026. Tim Prancis itu mengumumkan secara resmi bahwa Doohan dilepas dari posisi pembalap cadangan mereka. Dibawah ini akan ada pembahasan berita sport global menarik lainnya di SPORT YHL.

Keputusan ini dibuat agar Doohan bisa mengeksplorasi peluang lain di dunia balap. Doohan merupakan produk Akademi Alpine dan sempat menempati posisi pembalap utama bersama Pierre Gasly di awal musim 2025. Sayangnya, performanya di F1 tidak konsisten, dan serangkaian hasil buruk membuatnya digantikan oleh Franco Colapinto hanya setelah enam balapan.
Alpine menyatakan terima kasih atas dedikasi Doohan selama empat tahun terakhir. Mereka menekankan bahwa keputusan ini dibuat secara baik-baik dan untuk membuka jalan bagi Doohan mencari pengalaman profesional baru, baik di F1 maupun di kategori balap lain.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Karier F1 Doohan Singkat tapi Berwarna
Doohan memulai debut F1 pada GP Abu Dhabi 2024 sebagai pengganti Esteban Ocon. Ia kemudian menjadi pembalap utama Alpine pada awal musim 2025. Meski berbakat, tekanan yang tinggi dan sejumlah insiden di lintasan membuatnya kesulitan menunjukkan potensi terbaiknya.
Hanya tujuh balapan yang diikuti Doohan di F1, dan hasilnya dinilai kurang memuaskan. Franco Colapinto akhirnya dipilih untuk menggantikan posisinya, membuat Doohan tersisih dari tim utama. Masa depan F1-nya pun menjadi tidak jelas setelah berpisah dengan Alpine.
Kepergian ini menandai momen penting bagi Doohan. Dari pembalap junior berbakat hingga menghadapi kenyataan keras di F1, perjalanan kariernya mengajarkan banyak pelajaran berharga, termasuk pentingnya adaptasi dan konsistensi performa di level tertinggi balap.
Baca Juga: Hansi Flick: Barcelona Perlu Mendatangkan Bek di Bulan Januari
Peluang Baru di Super Formula Jepang

Rencana 2026 Doohan kemungkinan besar akan melibatkan Super Formula di Jepang, bersama tim KONDO Racing yang memiliki hubungan erat dengan Toyota. Namun, debutnya di Super Formula terbilang sulit, dengan tiga kecelakaan dalam tiga hari berbeda di tikungan yang sama di Suzuka.
Di KONDO, Doohan akan menjadi rekan setim Luke Browning, pembalap junior Williams. Ia menggantikan Kenta Yamashita dan Zak O’Sullivan yang pindah ke tim lain. Hubungan dengan Toyota penting karena merek ini dekat dengan keluarga Doohan dan juga memiliki koneksi dengan Haas F1.
Kesempatan di Super Formula bisa menjadi jalan baru bagi Doohan untuk membangun kembali kepercayaan diri dan pengalaman balap. Meskipun ia menghadapi tantangan awal, tim dan media Jepang tetap menaruh harapan pada bakat muda asal Australia ini.
Menjaga Hubungan dengan F1 dan Industri Balap
Meskipun meninggalkan Alpine, Doohan masih memiliki peluang untuk tetap terlibat di dunia F1 melalui koneksi dengan Toyota dan tim junior lain. Program Super Formula bisa menjadi batu loncatan untuk kembali ke kategori utama F1 di masa depan.
Doohan juga dapat memanfaatkan pengalaman dan pembelajaran dari empat tahun di F1 untuk mengasah kemampuan teknis dan strategi balap. Hubungan baik dengan Alpine, Toyota, dan tim junior lain menjadi aset penting dalam membangun karier jangka panjang.
Dengan dedikasi dan fokus, masa depan Doohan masih terbuka. Kegagalan sementara di F1 bukan akhir, melainkan peluang bagi pembalap muda ini untuk kembali menatap puncak dunia balap dengan persiapan lebih matang. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita sport global menarik lainnya di sportyhl.com.
