Tes pramusim MotoGP di Sepang menghadirkan optimisme baru bagi Honda. Pembalap mereka, Luca Marini, menilai bahwa motor RC213V mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan musim lalu. Meski begitu, ia menegaskan bahwa hasil tersebut belum cukup untuk membawa Honda ke posisi teratas persaingan.
Menurut Marini, peningkatan paling terasa ada pada sektor pengereman dan akselerasi. Dibandingkan dengan akhir pekan balapan musim lalu, motor kini lebih stabil saat memasuki tikungan dan lebih responsif saat keluar tikungan. Hal ini menjadi modal penting, mengingat dua aspek tersebut sangat krusial dalam persaingan ketat MotoGP.
Namun, Marini menyadari bahwa semua tim juga berkembang selama jeda musim dingin. Artinya, kemajuan Honda harus diukur relatif terhadap peningkatan para rival. Ia menekankan bahwa proses ini harus dijalani secara bertahap, tanpa terburu-buru menetapkan target yang terlalu tinggi.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Realita Persaingan dan Dominasi Ducati
Pada hari kedua tes kolektif, Joan Mir sempat mencatatkan waktu kompetitif yang membuat banyak pihak optimistis bahwa Honda hampir menutup jarak dengan Ducati. Namun, sesi terakhir kembali menunjukkan realita. Ducati mampu mengeluarkan potensi penuh mereka dan kembali memimpin catatan waktu.
Hal ini membuat RC213V kembali berada di kelompok tengah. Situasi tersebut menunjukkan bahwa meski Honda berkembang, jarak dengan tim papan atas masih ada. Persaingan di MotoGP sangat ketat, dan perbedaan kecil dalam performa dapat berdampak besar pada hasil akhir.
Marini pun mengingatkan bahwa hasil tes tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya. Faktor seperti jumlah bahan bakar, pilihan ban, dan strategi uji coba setiap tim membuat perbandingan langsung menjadi sulit. Oleh karena itu, ia memilih bersikap realistis sambil tetap menjaga optimisme.
Hari Sulit Marini dan Tantangan Teknis
Hari terakhir tes di Sepang bukanlah momen terbaik bagi Marini. Ia mengalami masalah teknis pada pagi hari yang memaksanya berhenti di lintasan. Gangguan tersebut membuatnya kehilangan kesempatan melakukan time attack untuk mengukur performa maksimal motor dan dirinya sendiri.
Ketika ia berencana mencoba lagi pada sore hari, hujan ringan turun dan menggagalkan rencananya. Akibatnya, Marini hanya mampu finis di posisi ke-16 pada hari terakhir, tertinggal 1,4 detik dari catatan waktu terbaik. Meski hasilnya kurang memuaskan, ia tidak terlalu khawatir dengan kendala tersebut.
Menurutnya, hal seperti ini wajar terjadi dalam tes pramusim, terutama ketika banyak komponen baru sedang diuji. Justru dalam kondisi seperti itulah tim bisa mengumpulkan data penting untuk pengembangan motor ke depan.
Fokus ke Thailand dan Target Musim Baru
Setelah Sepang, Honda masih memiliki agenda penting di Thailand. Marini menyebut masih ada beberapa komponen dan pengaturan yang perlu diuji sebelum musim benar-benar dimulai. Sirkuit Thailand memiliki karakter berbeda dari Sepang, sehingga setelan motor juga harus disesuaikan.
Ia menegaskan bahwa kesenjangan dengan tim terdepan memang masih ada. Namun, tim sudah memahami area mana yang perlu ditingkatkan. Dengan arah pengembangan yang jelas, Marini yakin Honda bisa terus memperkecil jarak secara bertahap. Bagi Marini, kunci utama adalah kesabaran dan konsistensi.
Hasil tes awal tidak bisa dijadikan patokan mutlak. Balapan pertama musim ini akan menjadi gambaran yang lebih nyata tentang posisi Honda di peta persaingan MotoGP. Hingga saat itu tiba, fokus tim adalah bekerja keras dan terus menyempurnakan RC213V demi kembali bersaing di barisan depan. Nantikan terus kabar terbaru seputar olahraga menarik lainnya hanya di sportyhl.com.
