PSG di Ambang Kegagalan: Upaya Mempertahankan Gelar Liga Champions Terancam

Bagikan

Paris Saint-Germain (PSG) menghadapi tantangan besar dalam upaya mempertahankan gelar Liga Champions UEFA musim ini. Meski berhasil lolos ke babak 16 besar setelah mengalahkan AS Monaco dengan agregat 5-4, performa tim asuhan Luis Enrique dinilai jauh dari meyakinkan. Banyak pihak mulai meragukan apakah PSG masih memiliki “faktor X” yang membawa mereka meraih kejayaan musim lalu.

PSG-di-Ambang-Kegagalan-Upaya-Mempertahankan-Gelar-Liga-Champions-Terancam

Dalam pertandingan melawan Monaco, PSG sempat tertinggal dan kesulitan mengontrol permainan. Gol pembuka dari Maghnes Akliouche membuat tekanan semakin besar bagi sang juara bertahan. Baru setelah Monaco kehilangan satu pemain akibat kartu merah, PSG mampu membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Situasi ini menjadi peringatan serius bagi PSG. Jika mereka terus menampilkan performa inkonsisten, perjalanan di Liga Champions musim ini bisa berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Babak 16 besar akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mental dan kualitas tim.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Perbandingan dengan Kejayaan Musim Lalu

Musim lalu, PSG tampil dominan dan hampir tak terbendung. Mereka menghancurkan Brest dengan agregat 10-0 di fase gugur dan menyingkirkan klub-klub besar seperti Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal sebelum menutup turnamen dengan kemenangan telak 5-0 atas Inter Milan di final.

Keberhasilan tersebut membuat tim PSG kala itu dibandingkan dengan Barcelona era treble yang juga dilatih Luis Enrique. Kombinasi permainan menyerang dan kekompakan tim menjadikan mereka tim paling ditakuti di Eropa. Pemain seperti Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia, dan Achraf Hakimi memainkan peran vital dalam kesuksesan tersebut.

Namun musim ini, aura dominasi itu tampak memudar. PSG tidak lagi tampil dengan intensitas dan kepercayaan diri yang sama, membuat banyak pengamat menilai bahwa kejayaan musim lalu sulit untuk diulang.

Baca Juga: Emmanuel Petit Yakin Liam Rosenior Tidak Bertahan Lama di Chelsea

Faktor Kelelahan dan Cedera Pemain

Faktor-Kelelahan-dan-Cedera-Pemain

Salah satu penyebab menurunnya performa PSG adalah kelelahan fisik dan mental setelah jadwal padat musim lalu. Tur panjang, termasuk partisipasi di Piala Dunia Antarklub, membuat beberapa pemain hanya memiliki waktu istirahat singkat sebelum kembali bertanding.

Cedera juga menjadi masalah serius. Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Fabian Ruiz sempat mengalami gangguan kebugaran yang menghambat konsistensi tim. Tanpa kondisi fisik optimal, PSG kehilangan dinamika permainan yang sebelumnya menjadi kekuatan utama mereka.

Kelelahan kolektif ini berdampak pada hasil pertandingan. Statistik menunjukkan PSG gagal menang dalam sejumlah laga musim ini, menandakan penurunan performa yang cukup signifikan dibandingkan musim lalu.

Harapan PSG di Babak 16 Besar

Meski menghadapi berbagai kendala, PSG masih memiliki peluang untuk bangkit. Kemungkinan kembalinya pemain kunci dari cedera dapat memberikan dorongan besar menjelang babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Chelsea atau Barcelona.

Skuad PSG masih dipenuhi pemain berkualitas yang telah merasakan kesuksesan bersama. Dengan hampir seluruh inti tim tetap utuh, mereka memiliki fondasi kuat untuk kembali menemukan performa terbaik. Tantangan terbesar adalah mengembalikan semangat juang dan konsistensi permainan.

Babak 16 besar akan menjadi momen penentuan bagi PSG. Jika mereka mampu bangkit dan menunjukkan kualitas sebagai juara bertahan, perjalanan masih bisa berlanjut. Namun jika inkonsistensi berlanjut, bukan tidak mungkin mimpi mempertahankan gelar Liga Champions akan berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di sportyhl.com.